Solusi
Tuntas bagi Para

Pecinta
Burung yang Cerdas

Beternak Lovebird

Beternak Lovebird


Jika anda berminat untuk beternak burung lovebird, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih sepasang indukan terbaik. Pastikan tidak terdapat cacat, kalau perlu ambillah jantan yang memiliki suara kicauan paling bagus agar bakat itu terbawa melalui gen pada anakannya nanti. Setelah mendapatkan lovebird yang sehat dan cukup umur, maka proses penjodohan dapat dimulai. Dalam penjodohan ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yang tentunya juga tergantung pada banyaknya jumlah lovebird yang dimiliki, diantaranya :

  1. Membiarkan lovebird memilih sendiri pasangannya, ini dapat dilakukan jika memiliki lovebird siap untuk penjodohan 3 ekor atau lebih. Penjodohan seperti ini sebaiknya dilakukan di tempat/kandang yang besar (sistem koloni), biarkan mereka memilih sendiri pasangannya. Penjodohan seperti ini cenderung akan menghasilkan pasangan yang serasi. Lovebird yang sudah berjodoh akan terlihat dari perilakunya setelah dipantau dalam beberapa waktu, mereka akan selalu berdekatan, saling menyisir bulu, sering berada dalam satu glodok. Jika akan menggunakan kandangkecil/individual (Ukuran +/- 80x40x40, hanya berisi satu pasang untuk satu kandang), maka pasangan tersebut dapat segera dipisahkan dan dimasukkan kedalam kandang individual.
  2. Menjodohkan sendiri lovebird/pemilihan pasangan sesuai keinginan peternak, jika peternak ingin menentukan sendiri pasangan masing-masing lovebird hal ini dapat pula dilakukan, biasanya hal ini dilakukan karena memiliki lovebird dimana jantan dan betina dibeli secara secara terpisah ataupun karena keterbatasan tempat dan ukuran kandang yang dimiliki. Jika terlanjur membeli secara terpisah, usahakan usia lovebird jantan lebih tua dari lovebird betina, ini akan mempercepat proses penjodohan, walaupun ada pula yang tidak mempermasalahkan hal ini selama kedua lovebird sudah memasuki usia produktif. Jangan langsung mempersatukan dalam kandang individual (untuk menghindari terjadinya perkelahian antar kedua lovebird ini), dekatkan saja dengan dibatasi oleh sangkar (tempel sangkar), usahan agar tidak melihat lovebird lainnya, hanya ada mereka berdua saja, perhatikan tingkah laku tersebut untuk beberapa saat, jika pada saat tempel sangkar lovebird sudah saling menunjukkan ketertarikan (saling sahut menyahut, saling berusaha untuk mendekat), cobalah untuk menyatukan kedua lovebird tersebut dalam satu sangkar.

lovebird3

Berikut adalah beberapa masa/proses dalam beternak lovebird :

  • Penjemuran

Lovebird yang sudah berpasangan juga perlu untuk dilakukan penjemuran dan mandi. Mandikan dengan cara semprot atau menyediakan bak mandi kecil, tergantung pada kebiasaan masing-masing lovebird. Kemudian jemur hingga bulu-bulunya menjadi kering. Penjemuran dapat dilakukan selama satu atau dua jam pada jam 08.00 s/d jam 10.00 pagi. Proses mandi dan jemur dapat dilakukan selama kurang lebih satu minggu.

  • Penempatan Kandang

Setelah itu kandang ditempatkan di tempat yang tenang. Tempatkan sarang/glogok dalam kandang pada tempat yang tidak ramai oleh lalu lalang aktifitas manusia. Ketenangan tempat tersebut akan memberikan keleluasaan pasangan tersebut melakukan ritual pra kawin, kawin, membuat/menyusun sarang, bertelur, mengeram, dan akhirnya menetaskan telur dan menyuapi anakan lovebird yang menetas.

  • Ritual Perkawinan

Dapat diamati kebiasaan (gerakan-gerakan dan suara-suara) yang dilakukan oleh pasangan lovebird pada masa pra kawin dan kawin. Tahap demi tahap pasangan akan mulai mengisi glodok dengan bahan sarang. Lovebird betina akan lebih sering melakukan kegiatan tersebut dibanding dengan lovebird jantan. Disela-sela pembuatan sarang tersebut mereka akan melakukan perkawinan yang biasanya dilakukan pada waktu pagi hari. Berbeda dengan jenis burung burung yang lain, perkawinan lovebird dilakukan dalam durasi yang cukup lama (sekitar 10 menit). Setelah masa perkawinan dan pembuatan sarang selesai mereka lakukan, maka lovebird betina akan lebih banyak berada dalam glodok. Hal tersebut merupakan salah satu indikator bahwa sang betina telah bertelur dan mengeram, biasanya lovebird akan bertelur dalam waktu maksimal 1 minggu setelah masa perkawinan.

  • Masa Bertelur

Setelah masa perkawinan dan pembuatan sarang selesai mereka lakukan, maka lovebird betina akan lebih banyak berada dalam glodok. Hal tersebut merupakan salah satu indikator bahwa sang betina telah bertelur dan mengeram, biasanya lovebird akan bertelur dalam waktu maksimal 1 minggu setelah masa perkawinan. Rata-rata telur yang dihasilkan oleh induk lovebird bekisar antara 4 hingga 6 butir.

  • Masa Mengeram

Waktu pengeraman adalah selama 21 s/d 25 hari. Sering terdapat telur yang menetas lebih dari 25 hari, hal ini sangat mungkin terjadi karena telur terakhir dihasilkan setelah 3 atau 4 hari dari keluarnya telur pertama. Apabila ditemukan 8 butir telur atau lebih di dalam glodok, dan atau setelah waktu terhitung telur tak kunjung menetas, maka terdapat beberapa kemungkinan :

    1. Kedua lovebird berjenis kelamin betina/lesby (jika jumlah telur lebih dari rata-rata/lebih dari 8 butir dan tidak menetas satupun)
    2. Lovebird jantan tidak produktif atau fertil/mandul (jika jumlah telur dalam jumlah normal dan tidak menetas (isi telur tidak dibuahi))
    3. Lovebird terganggu oleh faktor luar pada saat pengeraman
    4. dan banyak faktor lainnya yang perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut.

Jika pasangan yang telah disiapkan adalah pasangan jantan dan betina maka sang betinalah yang lebih banyak melakukan pengeraman. Lovebird jantan akan sesekali masuk ke dalam glodok diantaranya untuk menyuapi makan lovebird betina, namun dia akan lebih banyak berada di pintu masuk glodok. Naluri untuk melindungi betina dan telur-telur yang ada di dalam glodok akan cenderung ditandai dengan perilaku berjaga-jaga. Hal-hal yang perlu diantisipasi selama pasangan induk mengeram dan membesarkan anakan :

  1. Jangan terlalu sering untuk membuka glodok. Mengecek jumlah telur yang terdapat dalam glodok dapat dilakukan sesekali. Namun apabila hal tersebut terlalu sering dilakukan, lovebird akan merasa tidak aman dan nyaman.
  2. Stok makanan dalam jumlah cukup harus selalu tersedia. Makanan bijian (canary sheed), jagung muda (berikan pada pagi hari dalam jumlah cukup), dan kangkung.
  3. Seringkali terdapat anakan tetasan terakhir yang memiliki ukuran tubuh yang kecil dibandingkan dengan anakan yang lain. Dibutuhkan perhatian khusus terhadap anakan terkecil karena sangat riskan terinjak anakan yang lebih besar dan tidak tersuapi oleh indukan.
  • Masa Menetas dan Menyapih Anakan

Setelah telur menetas, pasangan tersebut akan menyuapi anakannya. Perubahan pola makan indukan akan terlihat jelas. Pasangan lovebird akan begitu rakus terhadap berbagai menu makanan yang disediakan. Jagung muda, kwaci, kangkung, biji kenari dalam porsi 2 atau 3x lebih banyak sangat perlu diberikan pada masa ini. Dalam waktu 5 atau 6 minggu kemudian tubuh anakan akan tertutup bulu dengan sempurna. Pasangan indukan akan menyapih anaknya 2 minggu kemudian. Secara keseluruhan akan dibutuhkan waktu 7 hingga 8 minggu bagi anakan lovebird untuk menetas sampai dengan menyapih anakan.

Perlu diketahui, pasangan indukan muda atau pertama kali bertelur dan mengerami telur sering kali mengalami kegagalan untuk menetaskan semua telur yang dierami ataupun membesarkan semua anakan yang menetas. Hal ini sangat wajar terjadi karena pengalaman pertama menjadi indukan dalam mengerami dan membesarkan anakan bukanlah perkara yang mudah. Biasanya kegagalan tersebut akan teratasi setelah pengeraman yang kedua, ketiga dan seterusnya. Selamat mencoba!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

Selamat datang di klinikburung.com. Tim kami berisi orang-orang terbaik dalam bidang birds-care, khususnya perawatan, makanan serta obat-obatan. Klinikburung.com berada di bawah naungan PT. Alami Tri Tunggal Abadi.

Artikel Terakhir

Galeri

Copyright 2019 KlinikBurung.com

Designed by BHINTARA