Solusi
Tuntas bagi Para

Pecinta
Burung yang Cerdas

Penyakit dan Penyembuhan Kenari

Penyakit dan Penyembuhan Kenari


Pasti meresahkan melihat burung kesayangan anda terserang penyakit dan tidak berkicau sehat seperti biasanya. Bagi anda pecinta burung kenari yang sedang merasakan hal tersebut, kali ini kami berikan artikel yang mengulas tentang penyakit-penyakit yang sering menyerang burung kenari, sekaligus treatment yang dapat anda lakukan untuk mengobatinya.

A.Gangguan Pernapasan

Tanda-tanda umumnya burung yang terserang penyakit ini adalah kesulitan bernapas, ekornya bergerak naik turun kecil seperti halnya burung kesulitan bernapas. Gejala-gejala penyakit pernapasan yang tampak lainnya adalah burung sering bersin-bersin, bila cuacanya sedang dingin pernapasannya ngorok, hidudng lembab berlendir, dan aktivitas atau gerak gerik burung menurun. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1.  Burung diisolasi di tempat yang hangat dan selalu membersihkan sangkar, tempat pakan, tempat minum dan  tenggeran.
  2.  Burung di obati dengan obat napas yang sudah beredar dipasaran yang diciptakan oleh praktisi kesehatan    burung.
  3.  Setiap pagi burung dijemur secara rutin minimal 15 menit.
  4.  Pemberian makanan yang banyak mengandung lendir harus dikurangi, seperti sayuran.

 

B.Berak Kapur
Tanda-tanda burung yang terkena gejala penyakit ini bisa dilihat dari kotoran burung yang berwarna putih berupa cairan dan biasanya napsu makan burung menurun, muka pucat, bulu mengembang tidak teratur, sayap menggantung, dan burung tidak bergairah atau lesu. Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu disekitar anus.

Biasanya semua penyakit timbul karena kurang terjaminnya kebersihan sangkar burung. Kebersihan merupakan kunci utama dalam memelihara burung kenari. Sangkar yang kotor dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat menyerang burung kenari. Pencegahan terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap hari sangkar harus dibersihkan dari segala kotoran. Gunakan desinfektan untuk mencuci sangkar minimal dua hari sekali, demikian juga sisa-sisa makanan dibersihkan agar tidak berjamur dan diganti dengan makanan yang baru.

Jika burung sudah terinfeksi penyakit berak kapur, burung tersebut harus segera dipisahkan dari burung-burung yang lain agar tidak menular dan berilah obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Jika kita tidak tahu secara pasti justru berakibat fatal. Obat untuk penyakit berak kapur juga sudah diproduksi oleh beberapa produsen  obat-obatan ternak yang tersedia di berbagai poultryshop terdekat. Baca aturan pakainya yang sudah tersedia dalam kemasan obat.

 

C. Bulbul 

Penyakit bubul adalah jenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung. Penyebab penyakit bubul adalah bakteri Staphylococcus. Bakteri ini menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki. Faktor utama yang menyebabkan yang menyebabkan timbulnya penyakit bubul adalah kebersihan sangkar, khususnya tempat bertengger.  Tanda-tanda serangan penyakit bubul yang dapat dilihat adalah terjadinya penebalan pada kulit sekitar telapak kaki yang membengkak, kuku memanjang, sisik kaki melebar atau merenggang. JIka serangan penakit ini dibiarkan, maka lama kelamaan infeksi penyakit tersebut akan melebar dan bertambah besar. Pencegahan terhadap serangan penyakit bubul dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar dan tempat bertengger burung.

Pengobatan penyakit bubul ini dapat dilakukan dengan cara sederhana dan mudah. Cara ini adalah dengan mengoleskan salep kulit atau minyak goreng pada kaki yang terinfeksi. Kaki diolesi minyak namun jangan sampai mengakibatkan luka. Jika burung sudah tidak merasa nyaman sebaiknya cara ini diulangi lagi esok harinya.

 

D. Cacingan

Cacingan adalah jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan hati yang diakibatkan oleh cacing. Tanda-tanda serangan penyakit cacingan yang dapat dilihat adalah burung terlihat lemah, bulu tidak teratur, kurang bergairah, makan berkurang,  kotoran berbentuk cair, dan berat badan burung menurun.

Faktor utama yang menyebabkan munculnya penyakit cacingan adalah kondisi sangkar dan tempat makan/minum yang sering kotor. Pencegahan terhadap serangan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar, tempat pakan, dan tempat minum. Oleh karena itu, sangkar, tempat minum, harus selalu dikontrol dan dibersihkan dari segala macam kotoran agar tidak menjadi sarang cacing.

 

E. Mencret

Penyakit mencret yang sering menyerang burung kenari ada dua macam, mencret yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan dan mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan. Tanda-tanda penyakit mencret yang disebabkan oleh bakteri adalah kotoran berbentuk cair, berwarna keruh, berbau busuk, gerak burung menurun, dan burung tidak nafsu makan. Sedangkan tanda-tanda mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan adalah kotoran berbentuk cair, berwarna bening dan sedikit terdapat gumpalan, tidak begitu berbau busuk, nafsu makan masih tinggi, dan aktivitas burung masih cukup tinggi.

Penyakit ini juga yang berasal dari sayuran yang tidak dicuci dan masih mengandung residu pestisida. Penyakit mencret yang disebabkan oleh bakteri bersifat menular sedangkan penyakit mencret yang disebabkan  oleh keracunan makanan tidak menular. Penularan dapat melalui tempat makan, minuman, dan kotoran burung yang menderita penyakit tersebut. Oleh karena itu, burung yang terserang penyakit mencret harus segera dipisahkan agar tidak menular pada burung yang lain.

 

F. Snot atau Coryza

Penyakit yang menyerang pada bagian kepala burung ini berupa benjolan merah  seperti bisul yang semakin lama semakin membesar. Penyakit snot atau coryza disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul benjolan berwarna merah di sekitar hidung, mata, dan telinga. Cara penularannya melalui perantara burung lain, udara, debu, makanan, dan minuman. Penularan penyakit ini juga dapat melalui keturunan.

Pencegahan terhadap penyakit snot atau coryza dapat dilakukan dengan menjauhkan burung kenari yang terserang penyakit dari kelompok burung yang lain agar tidak menular. Di samping itu sangkar, tempat makan, dan minum harus dibersihkan dari segala kotoran. Burung kenari yang terlanjur terserang penyakit snot atau coryza harus segera di beri obat. Obat ini dapat dibeli di Poultryshop terdekat, umumnya dalam bentuk cairan yang diteteskan di mulut.

 

G. Kutu Burung

Burung kenari juga sering diserang kutu burung sehingga proses produksi dan penetasan telur yang dierami terganggu. Burung kenari yang terserang kutu burung menunjukan tanda-tanda gelisah , sering menggigit-gigit bulu, frekuensi suara berkurang, jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu yang bergerak diantara bulu. Jika tidak segera diobati, lama kelamaan akan mengalami anemia, berat badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun.

Penyebab utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau, dan burung jarang mandi. Pencegahan terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, menyediakan air yang cukup untuk mandi, dan burung sering di jemur.

Untuk mencegah penyebaran virus, dianjurkan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut

  1. Usahakan keadaan lingkungan sangkar hewan piaraan/kandang burung selalu dalam keadaan bersih. Jika perlu, sangkar atau kandang hewan piaraan secara periodik  dilakukan cuci hama.
  2. Upayakan tubuh mendapat pasokan protein tinggi dari berbagai sumber makanan, misalnya kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.
  3. Jaga temperatur tubuh agar tetap stabil ,tidak kepanasan ataupun kedinginan baik diluar ruangan maupun di dalam ruangan.
  4. Makanan dan minuman harus dalam kondisi matang dan bersih.
  5. Pastikan ruangan-ruangan rumah memiliki ventilasi yang cukup dan mendapat aliran udara segar.
  6. Basuhlah selalu kedua tangan setelah memegang binatang piaraan, baik burung maupun jenis hewan piaraan lainnya.

 

Demikian informasi  tentang Penyakit Kenari dan Cara Mengobatinya, semoga bermanfaat bagi anda dan burung peliharaan. Simak terus klinikburung untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

Selamat datang di klinikburung.com. Tim kami berisi orang-orang terbaik dalam bidang birds-care, khususnya perawatan, makanan serta obat-obatan. Klinikburung.com berada di bawah naungan PT. Alami Tri Tunggal Abadi.

Artikel Terakhir

Galeri

Copyright 2019 KlinikBurung.com

Designed by BHINTARA